
Nasabah Bank Century Tantang Sri MulyaniPuluhan pengunjukrasa melempari Bank Century Cabang Kertajaya, Surabaya, dengan telur dan tomat busuk. Mereka menuntut bank swasta itu ditutup dan menyebut pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah sebuah kebohongan."Ada salah kaprah bahwa dana yang sekarang dikucurkan untuk nasabah padahal tidak sampai ke nasabah seperti kami. Hanya bagi nasabah kelas kakap saja seperti Budi Sampoerna, Murdayati Poo dan Arifin Panigoro ," papar Kordinator nasabah, Edo Abdul Rahman, Kamis (3/9).Bagi Edo dan nasabah Bank Century lainnya, lebih baik jika bank ini ditutup dari pada diselamatkan dengan triliunan uang rakyat. Sehingga, pernyataan ketua Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Djaelani Firdaus dan Menkeu Sri Mulyani tentang dampak sistemik jika Bank Century ditutup dinilai sebagai kebohongan.“Justru nasib nasabah yang belum dibayar yang mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan semakin rendah," tambahnya.Edo menyatakan ketidakadilan yang terjadi saat Bank Century diambilalih oleh LPS. Dikatakannya, ketika nasabah kecil datang minta ganti rugi disebutkan tidak masuk penjaminan, tapi anehnya kenapa nasabah besar kok diganti. Apakah hanya nasabah besar yang dijamin?"Untuk itu kami tantang LPS dan Menkeu diskusi ke Surabaya. Jika memang bisa dibuktikan bahwa ada aturan yang membedakan antara nasabah kecil dan besar, maka kami siap uang kami hilang," tantang Edo yang diamini nasabah lain.
emang susah hidup di indonesia...kasus sp yg cuman 250 miliar engga di talangi...yg 5 triliun di tolong...
what a jerk..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar